Pleno XV ISEI dan Seminar Nasional Hasilkan 9 Rumusan

| |

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) merampungkan pleno ke-XV sekaligus seminar nasional di Pekanbaru. Ada 9 rumusan yang dirangkum dari berbagai ide dan gagasan para peserta.

Riauterkini-PEKANBARU- Setelah menggelar pleno ke-XV dan seminar nasional sejak dua hari lalu, akhirnya Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) merampungkan seluruh tahapan kegiatan yang dipusatkan di Pekanbaru, termasuk seminar nasional yang dihadiri Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Ekuin) Hatta Rajasa. Berdasarkan diskusi dalam seminar terangkum 9 rumusan.

“Pleno ISEI ke limabelas dan seminar nasional di Pekanbaru berhasil merangkum sembilan rumusan yang diharapkan bisa menjadi konklusi dari upaya mencari skema pembiayaan jangka panjang untuk pembangunan infrastruktur dan energi,” ujar Sekretaris Jendral ISEI pusat Abimanyu yang didampingi Ketua Bidang Organisasi ISEI pusat Edi Suandi Hamid dan Ketua ISEI Provinsi Riau yang juga Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit dalam jumpa pers di Hotel Pangeran, Kamis (21/7/11).

Dipaparkan Abimanyu, sembilan rumusan tersebut antara lain: Pertama, kesadaran bahwa Indonesia siap menjadi negara industri dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki, baik dari aspek sumber daya alam maupun dari aspek sumber daya manusia. Perwujudannya menunggu sentuhan inovasi, tangan entepreneru dan dorongan pemerintah yang cekatan.

Kedua, Pemerintah diharap bisa membuat kebijakan yang berkualitas menciptakan lapangan kerja, dalam rangka mengangkat 31 juta jiwa penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. “Untuk mengentaskan kemiskinan, masyarakat membutuhkan lapangan kerja, bukan bantuan langsung yang bersifat konsumtif,” ujar Abumanyu.

Ketiga, ISEI memandang pencanangan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) oleh pemerintah terlalu ambisus, tanpa melihat kinerja aparatur pemerintah yang rendah. Target mencapai ivnestasi hingga Rp 4.000 triliun hingga 2014 dianggap sangat sulit direalisasikan.

Keempat, pemerntah perlu mendorong optimalisasi dan penyermpuranaan skema-skema pembiayaan yang telah dan sedang berjalan, termasuk kerjasama pemerintah dengan swasta, BUMN ataupun swasta murni. ISEI juga menganggap perlunya dileruas basis instrumen atau skema pembiayaan tersebut.

Sementara mengenai solusi energi, ISEI merekomendasikan dilakukan transformasi sumber energi dari minyak alam dari fosil kepada batubara dan gas ala. “Bahkan, kita lebih mendorong agar pemerintah mengarahkan sumber energi terbarukan, seperti biosmass, biofuel dan tenaga angin,” demikian penjelasan Abimanyu.***(yunk)

Di Publikasikan oleh Sekretariat ISEI Pekanbaru Kategori .