Indonesia Masih Butuh Pasokan Pembiayaan
PEKANBARU, KOMPAS.com - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia atau ISEI menggelar Rapat Pleno ke-XV di Pekanbaru, Riau malam ini dan dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
ISEI mengusung tema Mencari Skema Pembiayaan Jangka Panjang Untuk Pengembangan Infrastruktur dan Energi karena menilai Indonesia masih sangat membutuhkan pasokan sumber pembiayaan yang besar agar proyek infrastruktur dan energi strategis dapat dijalankan.
"Di tengah optimisme dalam mengelola sumber daya domestik bagi kepentingan kegiatan usaha dan pembangunan ekonomi nasional, kita hingga saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menyediakan ketersediaan dana untuk kebutuhan infrastruktur dan energi," ujar Ketua Umum ISEI, Darmin Nasution dalam sambutannya di Pekanbaru, Riau, Selasa (19/7/2011).
Menurut Darmin, infrastruktur dan energi adalah katalisator p embangunan. Infrasturktur yang memadai akan meningkatkan akses masyarakat terhadap sumberdaya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas masyarakat yang akhirnya akan mendorong pembangunan ekonomi.
Demikian juga dengan penyediaan sumber daya energi, sangat diyakini memiliki peran yang strategis proses industrialisasi dan pembangunan sektor industri. Mengingat pentingnya peran tersebut, maka proses pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pengembangan sektor energi, ungkapnya.
Sidang Pleno kali ini, ISEI menyelenggarakan mini riset yang terkait dengan tema besarnya. Topik riset ini adalah tentang studi pengembangan infrastruktur dan energi serta dilaksanakan oleh enam cabang ISEI. Hasil riset ini akan m enjadi materi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan ISEI dan dipresentasikan pada sesi forum kebijakan di sidang Pleno tersebut.