ISEI: Gabungkan Kekuatan Pembiayaan

| |

Didik J Rachbini

Pekanbaru, Kompas - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia mendorong semua lembaga pembiayaan infrastruktur menggabungkan diri dalam sebuah lembaga dana infrastruktur yang jauh lebih kuat dan menyeluruh. Lembaga yang perlu bergabung itu adalah PT Sarana Multi Infrastruktur, Pusat Investasi Pemerintah, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.
Ketua Panitia Pengarah Rapat Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XV, sekaligus Ketua

Bidang Hubungan Internasional dan Kerja Sama Antarlembaga ISEI, Didik J Rachbini menyatakan hal tersebut di Pekanbaru, Riau, Kamis (21/7).
Rapat Pleno ISEI kali ini diberi tema ”Mencari Skema Pembiayaan Jangka Panjang untuk Pengembangan Infrastruktur dan Energi”. Rapat berlangsung pada 19-21 Juli 2011. Didik menyampaikan sebagian dari sembilan poin perumusan hasil rapat Pleno tersebut.
Menurut Didik, posisi lembaga pembiayaan yang terpisah secara parsial tersebut menyebabkan modal yang mereka miliki tidak cukup besar untuk memancing aliran dana segar yang dapat digunakan membangun proyek infrastruktur.
”Optimalisasi pembiayaan infrastruktur dan energi yang membutuhkan maksimalisasi peran langsung pemerintah merupakan isu mendesak untuk diselesaikan,” kata Didik.
Pemerintah, kata ISEI, perlu mendorong optimalisasi dan penyempurnaan skema-skema pembiayaan yang telah dan sedang berjalan, termasuk kerja sama pemerintah dengan swasta, badan usaha milik negara, atau pembiayaan swasta murni.
Biaya besar
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, kebutuhan infrastruktur hingga 2014 mencapai Rp 4.012 triliun. Setiap sumber penerimaan negara harus dioptimalkan karena Indonesia membutuhkan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang sangat besar.
”Kebutuhan itu tidak akan tertutupi karena anggaran belanja pemerintah pusat hanya Rp 755 triliun,” kata Hatta. (OIN)

Di Publikasikan oleh Sekretariat ISEI Pekanbaru Kategori .