Pembiayaan Infrastruktur dan Energi Dibahas

| |

SOLO—Rendahnya berbagai indikator ekonomi Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari rendahnya daya saing perekonomian nasional. Hal ini terjadi antara lain karena terbatasnya infrastruktur di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Edy Suandi Hamid, Ketua Bidang Organisasi PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Ketua Panitia Pelaksanaan Sidang Pleno ISEI XV dan Seminar Nasional, melalui rilis yang diterima Joglosemar, Rabu (4/5).
“Tanpa ada upaya ekstra dan percepatan dalam penyediaan dan pembangunan infrastruktur, maka posisi Indonesia akan terus tertinggal dibanding dengan negara lain, termasuk sesama negara anggota ASEAN. Hal yang sama juga terjadi dalam penyediaan energi,” katanya.

Menyadari adanya fakta dan tantangan yang demikian, maka Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai salah satu organisasi profesi terbesar di Indonesia dengan segala kapasitas dan integritasnya merasa terpanggil untuk ikut serta merumuskan konsep strategis. Hal ini dalam rangka mencari skema pembiayaan jangka panjang untuk pengembangan infrastruktur dan energi.

Melalui forum sidang Pleno ISEI XV yang menurut rencana diselenggarakan 19 hingga 21 Juli 2011 di Kota Pekanbaru, secara khusus akan diisi dengan Seminar Nasional yang mengangkat tema Mencari Skema Pembiayaan Jangka Panjang Pengembangan Infrastruktur dan Energi.
“Di dalam seminar nasional tersebut diharapkan muncul pemikiran-pemikiran konstruktif dari berbagai pendekatan atas studi kasus yang terkait berbagai peluang alternatif pembiayaan pengembangan infrastruktur dan energi,” harapnya.

Di Publikasikan oleh Sekretariat ISEI Pekanbaru Kategori , .