Riau Bangun Jaringan Listrik Bawah Laut
PEKANBARU,SeputarRiau.com - Pemprov Riau saat ini bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah mempersipakan jaringan kabel listrik bawah laut Dumai – Rupat. Rencanya akan selesai tahun 2012 mendatang.
“Tahun 2012, PT (Persero) PLN Wilayah Riau Kepri bakal merampungkan pembangunan jaringan kabel listrik bawah laut Dumai-Rupat. Dengan pembangunan jaringan tersebut nantinya diharapkan dapat mengatasi keterbatasan listrik di Pulau Rupat,” ujar Ilyas Labay, Ketua Komisi C DPRD Riau, di Gedung Lancang Kuning.
Menurutnya, rencana pembangunan jaringan listrik kabel bawah laut Dumai-Pulau Rupat tersebut sudah memasuki proses tender oleh PT PLN. Jaringan kabel bawah laut tersebut diperkirakan sepanjang 6 Km dengan jaringan interkoneksi canggih. Jaringan itu diambil dari gardu induk Kota Dumai.
“Fasilitas kabel bawah laut tersebut, bertujuan untuk efesiensi PLN. Jika fasilitas tersebut selesai dibangun, PLN akan menonaktifkan pembangkit tenaga diesel yang ada di Pulau Rupat,” jelas Ilyas.
Dengan demikian dapat menghemat pengeluaran. Sebab biaya pembangkit diesel jauh lebih mahal dibandingkan dengan memanfaatkan interkoneksi.
Anggaran Listrik PON Rp24 M
Ketua Komisi C DPRD Riau Ilyas Labay mengungkapkan bahwa untuk pengadaan jaringan listrik penunjang pelaksanaan PON VIII Pemerintah Provinsi Riau menggarkan dana Rp24 miliar lebih. Dengan rincian Rp18 miliar lebih di APBD Perubahan 2011 dan Rp 5 miliar lebih di APBD Riau 2012 nanti.
“Ini berdasarkan hasil rapat kita dengan Dinas Pertambangan Provinsi Riau, PT (Persero) PLN Wilayah Riau dan PLN Cabang Pekanbaru. Khusus untuk Kota Pekanbaru, pada prinsipnya PLN Kota Pekanbaru telah siap bekerjasama dengan Pemprov Riau untuk membangun jaringan listrik penunjang PON,” ujar Ilyas.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini PLN Pekanbaru sedang membangun jaringan listrik dari gardu induk Garuda Sakti untuk menunjang jaringan listrik Main Stadium dan Auditorium Universitas Riau. Sementara untuk kawasan Sport Center Rumbai, PLN telah mempersiapkan jaringan dari gardu induk Teluk Lembu.
“Mengenai kemampuan supply listrik untuk menunjang PON tidak ada masalah. Kebutuhan suply daya listrik PON diperkirakan hanya mencapai 10 MW,” imbuh Ilyas.
Oleh karena itu katanya, dari segi kemampuan suply listrik penunjang PON tidak perlu diragukan. Tinggal lagi dukungan semua pihak hingga perencanaan tersebut dapat dilaksanakan guna kesuksesan penyelenggaraan PON ke XVIII Tahun 2012. (sud)
“Tahun 2012, PT (Persero) PLN Wilayah Riau Kepri bakal merampungkan pembangunan jaringan kabel listrik bawah laut Dumai-Rupat. Dengan pembangunan jaringan tersebut nantinya diharapkan dapat mengatasi keterbatasan listrik di Pulau Rupat,” ujar Ilyas Labay, Ketua Komisi C DPRD Riau, di Gedung Lancang Kuning.
Menurutnya, rencana pembangunan jaringan listrik kabel bawah laut Dumai-Pulau Rupat tersebut sudah memasuki proses tender oleh PT PLN. Jaringan kabel bawah laut tersebut diperkirakan sepanjang 6 Km dengan jaringan interkoneksi canggih. Jaringan itu diambil dari gardu induk Kota Dumai.
“Fasilitas kabel bawah laut tersebut, bertujuan untuk efesiensi PLN. Jika fasilitas tersebut selesai dibangun, PLN akan menonaktifkan pembangkit tenaga diesel yang ada di Pulau Rupat,” jelas Ilyas.
Dengan demikian dapat menghemat pengeluaran. Sebab biaya pembangkit diesel jauh lebih mahal dibandingkan dengan memanfaatkan interkoneksi.
Anggaran Listrik PON Rp24 M
Ketua Komisi C DPRD Riau Ilyas Labay mengungkapkan bahwa untuk pengadaan jaringan listrik penunjang pelaksanaan PON VIII Pemerintah Provinsi Riau menggarkan dana Rp24 miliar lebih. Dengan rincian Rp18 miliar lebih di APBD Perubahan 2011 dan Rp 5 miliar lebih di APBD Riau 2012 nanti.
“Ini berdasarkan hasil rapat kita dengan Dinas Pertambangan Provinsi Riau, PT (Persero) PLN Wilayah Riau dan PLN Cabang Pekanbaru. Khusus untuk Kota Pekanbaru, pada prinsipnya PLN Kota Pekanbaru telah siap bekerjasama dengan Pemprov Riau untuk membangun jaringan listrik penunjang PON,” ujar Ilyas.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini PLN Pekanbaru sedang membangun jaringan listrik dari gardu induk Garuda Sakti untuk menunjang jaringan listrik Main Stadium dan Auditorium Universitas Riau. Sementara untuk kawasan Sport Center Rumbai, PLN telah mempersiapkan jaringan dari gardu induk Teluk Lembu.
“Mengenai kemampuan supply listrik untuk menunjang PON tidak ada masalah. Kebutuhan suply daya listrik PON diperkirakan hanya mencapai 10 MW,” imbuh Ilyas.
Oleh karena itu katanya, dari segi kemampuan suply listrik penunjang PON tidak perlu diragukan. Tinggal lagi dukungan semua pihak hingga perencanaan tersebut dapat dilaksanakan guna kesuksesan penyelenggaraan PON ke XVIII Tahun 2012. (sud)